Pernahkah Anda berada di tengah pikiran ketika tiba-tiba Anda tidak dapat mengingat apa yang Anda pikirkan? Jika ini masalahnya, Anda dapat yakin bahwa Anda bukan satu-satunya. Hampir setiap orang pernah mengalami kehilangan ingatan atau kehilangan fokus di beberapa titik.

Lagi pula, mudah untuk dialihkan setiap hari dengan begitu banyak rangsangan di sekitar kita! Para peneliti percaya bahwa kita dihadapkan pada setidaknya 1.000 iklan setiap hari – itu adalah stimulasi yang cukup untuk mengalihkan perhatian seseorang.

Selain stimulasi media yang berlebihan, seperti telepon, e-mail, TV, atau permainan video, ada beberapa elemen terbukti yang menyebabkan orang kehilangan akal, termasuk yang berikut:

1) Hipertensi – Peluangnya tinggi bahwa jika Anda memiliki tekanan darah tinggi dan hipertensi, Anda cenderung menderita penurunan mental.

2) Diabetes – Seperti halnya hipertensi, diabetes dapat memainkan peran utama dalam fungsi kognitif yang lebih rendah, terutama pada wanita yang lebih tua.

3) Folat serum rendah – Kadar folat serum rendah telah terbukti menyebabkan atrofi korteks serebral – bagian otak tempat kita memproses pikiran dan ingatan.

4) Kekurangan vitamin B12 – Jika Anda tidak mendapatkan cukup B12 dalam makanan sehari-hari, ingatan Anda dapat terpengaruh dengan sangat baik. Kekurangan nutrisi lainnya dapat menyebabkan hilangnya fungsi otak tambahan. Misalnya, kekurangan asam folat atau asam lemak omega 3 dapat menyebabkan peningkatan risiko demensia.

5) Toksisitas – Ada banyak toksisitas yang juga dapat menyebabkan gangguan fungsi otak, termasuk paparan logam berat, narkotika dan aluminium.

6) Menopause – Ya, itu benar, wanita. Anda mungkin mengalami penurunan fungsi memori dan konsentrasi selama menopause.

Jika Anda mengalami kehilangan ingatan atau terus-menerus kehilangan akal, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan yang dapat membantu memperbaiki situasi. Pelatihan lebih dari setengah jam seminggu dapat mengurangi risiko kehilangan memori Anda. Setiap kilometer yang dijalankan seorang wanita per minggu dapat mengurangi risiko kehilangan memori sebanyak 13%. Juga mengadopsi bahasa baru. Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan keterampilan linguistik yang rendah dapat mengalami lebih banyak kehilangan memori dibandingkan orang dengan keterampilan linguistik tinggi.

Catatan: semua orang mengalami sejumlah kehilangan memori pada saat tertentu. Jika sesekali Anda kehilangan akal, itu seharusnya tidak menjadi masalah, tetapi itu bisa menjadi indikator bahwa Anda harus mengevaluasi kebiasaan hidup Anda dan mungkin meminta saran dari seorang profesional untuk menentukan tindakan yang tepat.



Source by Erin Matlock